Setiap kali menonton film atau anime bertema masa depan, pasti ada robot yang disebut android.
Tapi kenapa selalu Android? Kenapa bukan Windows, iOS, atau Linux?

Jawabannya sederhana. Kata android bukan merek dagang, melainkan istilah lama dari bahasa Yunani.
Kata andr- berarti manusia laki-laki, sedangkan -oid berarti menyerupai.
Jadi android artinya makhluk buatan yang menyerupai manusia.
Istilah ini sudah muncul di literatur fiksi ilmiah sejak abad ke-19, jauh sebelum ada sistem operasi dengan nama yang sama.

Namun, di zaman modern, sistem operasi Android keburu populer di mana-mana: smartphone, TV, mobil, bahkan robot sungguhan.
Akibatnya, sekarang kata Android terasa lebih futuristik dan realistis.
Jadi ketika penulis masa kini menyebut robot sebagai “android”, istilah itu terasa masuk akal dan akrab bagi pembaca.

Bayangkan kalau disebut “robot berbasis Windows”.
Kedengarannya malah seperti mesin yang minta restart di tengah pertempuran final.

Jadi, kenapa Android selalu jadi pilihan?
Karena sejak dulu hingga sekarang, kata itu punya dua makna kuat:
manusia buatan dan teknologi nyata yang hidup di sekitar kita.

_“Mungkin dunia kita sekarang bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan versi update dari cerita yang dulu hanya ada di imajinasi.”