Sore ini hujan deres banget.
Tahu tidak, ada momen di mana kita cuma diam melihat jendela, mendengarkan suara air menabrak genteng, terus tiba-tiba pikiran melayang kemana-mana? Itu yang barusan saya alami.
Aneh ya, hujan itu sebenarnya cuma siklus air biasa. Uap naik, jadi awan, keberatan, jatuh lagi. Fisika sederhana. Tapi entah kenapa efeknya ke mood manusia bisa sekuat itu. Ada yang jadi sedih, ada yang jadi tenang, ada yang jadi lapar (mie rebus pakai telur, anyone?).
Buat saya, hujan itu tombol pause.
Seharian sibuk scroll sosmed, memikirkan codingan error, atau mengejar deadline… tapi begitu hujan turun, rasanya dunia memaksa kita buat pelan-pelan. Suaranya menutupi berisiknya motor di jalan. Udaranya jadi dingin enak.
Tadi saya cuma duduk, menyeduh kopi (yang sekarang sudah dingin), dan berpikir: “Sebenarnya saya lagi mengejar apa sih?”
Kita sering banget sibuk lari, sampai lupa kalau kita juga butuh istirahat. Sibuk mengejar target, sampai lupa menikmati prosesnya.
Tidak ketemu jawabannya sih. Tapi tidak apa-apa. Kadang kita tidak butuh jawaban. Kadang kita cuma butuh jeda sebentar, napas panjang, dan menikmati momen pas dunia lagi tidak menuntut kita buat lari.
Hujannya sudah reda sekarang. Kopi saya habis. Balik lagi ke realita. Cheers.