Hubungan saya dengan anime Tokyo Revengers sebenarnya agak unik. Saat anime ini meledak di Indonesia sekitar tahun 2021, saya ikut menontonnya seperti kebanyakan orang lain. Jujur saja, impresi saya terhadap ceritanya datar dan biasa saja. Tidak ada sesuatu yang membuat saya ingin memujinya berlebihan. Tapi anehnya, saya tetap bersyukur pernah menonton anime ini. Alasannya sederhana, lagu penutupnya.
Di situlah pertama kali saya mendengar suara eill.
Lagu Koko de Iki wo Shite langsung terasa berbeda sejak pertama kali masuk ke telinga. Saya bukan orang yang paham teori musik. Saya tidak mengerti genre, teknis vokal, atau istilah rumit lainnya. Bahkan awalnya saya juga tidak terlalu memperhatikan makna liriknya. Tapi ada satu hal yang jelas, lagu ini enak didengar. Suaranya terasa dingin, tenang, tapi punya karakter kuat. Ada kesan cool dan stylish yang jarang saya temukan di penyanyi anisong lain. Tanpa saya sadari, lagu ini justru menjadi hal paling berkesan dari pengalaman menonton Tokyo Revengers.
Dari situ semuanya berjalan secara tidak sengaja. Saya mulai mencari lagu lagu eill lainnya dan menyimpannya di playlist. Lagu seperti 20, Hikari, dan Hana no Youni pelan pelan menemani hari hari saya. Tidak ada alasan teknis atau analisis yang rumit. Rasanya hanya karena feeling nya selalu sampai. Setiap lagu terdengar jujur dan tidak dibuat buat.
Puncak kekaguman saya pada eill terjadi saat saya menonton anime The Tunnel to Summer, the Exit of Goodbyes yang dirilis pada tahun 2022. Kebetulan, anime ini menjadi salah satu favorit saya karena alasan yang sangat personal. Dan entah kebetulan atau takdir, eill kembali hadir di sana. Kali ini bukan sekadar pengisi lagu, tapi benar benar menjadi nyawa dari film tersebut.
Lagu Finale., Pre Romance, dan Katappo terasa menyatu dengan keseluruhan pengalaman menonton. Kehadiran suara eill membuat film ini meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam bagi saya.
Perjalanan yang dimulai dari rasa penasaran terhadap anime tawuran yang terasa biasa saja, akhirnya membawa saya pada penemuan seorang musisi yang kini mendominasi playlist saya. Saya mungkin tidak paham definisi genre R dan B atau teknis musik yang rumit, tapi saya tahu satu hal, suara eill selalu berhasil menyentuh perasaan saya.
Lewat musiknya, saya belajar bahwa menikmati sebuah karya tidak selalu butuh pengetahuan mendalam. Cukup dengan merasakan apa yang disampaikan, itu sudah lebih dari cukup. Dari Tokyo Revengers hingga The Tunnel to Summer, eill telah menjadi bagian dari perjalanan saya menikmati anime dan musik. Dan bagi saya, itu sudah terasa lengkap.