Setiap kali kita mengenang merek sepeda lokal Indonesia yang pernah berjaya, Wimcycle menjadi satu nama yang tidak bisa dilewatkan. Namun, seperti banyak kisah gemilang lainnya yang kemudian meredup, Wimcycle kini berada dalam fase yang jauh berbeda: masih hadir, tetapi tidak lagi se-masif dahulu. Artikel ini menceritakan perjalanan Wimcycle: bagaimana berdirinya, puncak keemasannya, hingga tantangan yang membawanya ke situasi sekarang (tahun 2025).
Awal Perjalanan
Wimcycle didirikan oleh Bapak Hendra Widjaja di Surabaya.
- Tahun 1972: Perusahaan ini dimulai dengan pembuatan komponen sepeda di pusat kota Surabaya di bawah nama CV Indonesia Makmur.
- Tahun 1976: CV Indonesia Makmur berganti nama menjadi PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries (Wim Cycle), yang kemudian dikenal sebagai Wimcycle. Perubahan nama ini diikuti dengan perluasan cakupan produksi ke Desa Bambe, kawasan Driyorejo Industrial Estate, Gresik, untuk mulai memproduksi sepeda utuh.
Motivasi berdirinya Wimcycle muncul dari kebutuhan lokal akan sepeda yang berkualitas, serta keinginan kuat untuk memasuki pasar ekspor yang saat itu belum banyak dijangkau oleh produsen Indonesia. Dengan demikian, Wimcycle hadir sebagai merek lokal yang ingin bersaing, baik di dalam negeri maupun ke mancanegara.
Perjalanan Menuju Puncak dan Pengakuan Internasional
Seiring waktu, Wimcycle tumbuh menjadi pemain besar di industri sepeda Indonesia, bahkan menjadi salah satu yang terbesar.
Kapasitas dan Jangkauan Pasar
- Pada masa keemasannya, Wimcycle diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga 900.000 unit per tahun, menjadikannya salah satu produsen sepeda terbesar di Indonesia.
- Wimcycle mendominasi pasar lokal dengan pangsa pasar yang signifikan.
- Merek ini juga berhasil menembus pasar ekspor ke lebih dari 20 negara di seluruh dunia.
Kualitas dan Inovasi Produk
Wimcycle menempatkan kontrol kualitas sebagai prioritas utama. Komitmen ini dibuktikan dengan diraihnya sertifikasi ISO 9001:2008 pada tahun 2008.
Produk Wimcycle sangat beragam dan mampu menjangkau semua segmen pasar:
- Sepeda anak-anak (yang menjadi segmen terkuat mereka).
- Sepeda Lipat (Folding Bike).
- Sepeda Gunung (MTB).
- Sepeda BMX.
Untuk menguatkan dominasi di segmen anak-anak, Wimcycle bahkan mendapatkan lisensi resmi untuk memproduksi sepeda dengan karakter dari perusahaan multinasional seperti Disney (Mickey & Donald, Putri), Mattel (Barbie dan Hotwheels), dan Nickelodeon (Sponge Bob).
Penghargaan dan Pengakuan
Puncak kejayaan Wimcycle ditandai dengan berbagai pengakuan bergengsi:
- Superbrand selama lima tahun berturut-turut (2005-2009).
- Top Brand selama tiga tahun berturut-turut (2007, 2008, 2009).
- Top Brand for Kids & Teen (2013).
- Penghargaan sebagai salah satu Top 250 Indonesia Original Brands.
Kini (Tahun 2025) Mengapa Wimcycle Tidak Lagi Masif?
Meskipun Wimcycle masih eksis dan produknya tetap dijual di pasaran, sinyal “keheningan” relatif ini disebabkan oleh sejumlah faktor dan tantangan besar yang dihadapi pada akhir dekade 2010-an:
1. Krisis Keuangan dan Utang Besar
Tantangan terbesar yang menimpa perusahaan terjadi pada 2018-2019.
- Lilitan Utang: PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries menghadapi masalah utang yang serius. Berdasarkan catatan perkara permohonan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), saldo utang perusahaan mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp 504,03 miliar dari 37 kreditur.
- PKPU: Permohonan PKPU dikabulkan pada 6 Desember 2018, mengindikasikan kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah.
- Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Sebagai imbas dari kondisi keuangan yang memburuk, pada tahun 2019, perusahaan terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap ratusan staf.
2. Persaingan dan Perubahan Pasar
- Gempuran Impor dan Merek Global: Keunggulan merek lokal yang dulu dinikmati Wimcycle semakin tertekan dengan membanjirnya produk-produk impor dan masuknya merek-merek luar negeri yang menawarkan harga kompetitif dan spesifikasi yang lebih baru.
- Fokus Konsumen Berubah: Konsumen modern kini tidak hanya mengejar harga terjangkau, tetapi juga menuntut inovasi teknologi, fitur canggih, dan spesifikasi tinggi, terutama di segmen sepeda high-end (MTB dan Road Bike). Wimcycle yang kuat di segmen anak-anak dan entry-level harus bekerja keras mengejar ketertinggalan teknologi.
Sebagai akibatnya, merek yang dulu selalu dominan dengan produksi massal, kini terasa lebih “tenang” dan mungkin memilih untuk melakukan skala produksi yang lebih kecil, fokus pada segmen tertentu, sambil mencoba tetap relevan dengan merilis produk yang lebih modern seperti sepeda listrik (Wim Motor) dan sepeda lipat edisi khusus.
Wimcycle adalah contoh menarik bagaimana merek lokal Indonesia bisa tumbuh kuat, meraih kejayaan, namun juga menghadapi tantangan zaman yang sangat dinamis. Dari sebuah pabrik komponen sepeda kecil di Surabaya pada tahun 1972, hingga menjadi nama besar di industri sepeda lokal dan ekspor; dan sekarang, di tahun 2025, berada dalam fase “keheningan” relatif: masih eksis, namun tidak lagi se-gemilang dulu.
Saat kita menyebut Wimcycle hari ini, ada rasa nostalgik: merek yang pernah menemani banyak anak-anak Indonesia belajar bersepeda, merek yang pernah menjadi kebanggaan lokal. Dan meskipun tidak lagi “masif” seperti masa keemasan, ia tetap menjadi bagian penting dari sejarah industri sepeda Indonesia.
“Mungkin dunia kita sekarang bukan lagi sekadar produksi massal, melainkan versi update dari cerita yang dulu hanya ada sebagai dominasi merek lokal.”