Industri anime belakangan ini rasanya memang sedang tidak baik-baik saja karena kita terlalu sering disuguhi tontonan yang polanya itu-itu melulu. Setiap musim selalu saja muncul judul isekai baru dengan premis yang sangat pasaran dan membosankan. Kita dipaksa menonton karakter utama laki-laki yang desainnya standar lalu mati konyol dan tiba-tiba mendapat kekuatan super dari dewa tanpa usaha sedikitpun. Parahnya lagi para karakter utama instan ini biasanya tidak punya tujuan hidup yang jelas selain berleha-leha menikmati hidup santai atau sekadar pamer kekuatan di depan orang lemah.

Hal yang paling menjengkelkan dari tren anime murahan seperti ini adalah keberadaan elemen harem yang sangat dipaksakan. Penulis cerita seolah-olah berpikir bahwa satu-satunya cara membuat karakter utama terlihat hebat adalah dengan membuatnya dikelilingi banyak wanita cantik yang jatuh cinta tanpa alasan logis. Akibatnya fokus cerita jadi hancur karena si karakter utama ini malah jadi plin-plan, gampang tergoda, dan kehilangan jati dirinya hanya karena urusan asmara.

Di tengah gempuran karakter klise yang memuakkan itulah Cid Kagenou muncul sebagai sebuah anomali yang menyegarkan.

Cid bukanlah tipikal pahlawan karbitan yang cuma mengandalkan keberuntungan atau belas kasihan dewa. Kekuatan yang dia miliki adalah hasil dari obsesi gila dan latihan fisik yang menyiksa dirinya sendiri bahkan sejak dia belum bereinkarnasi. Dia punya dedikasi yang mengerikan untuk sebuah tujuan yang mungkin bagi orang lain terdengar konyol. Dia tidak menjalani hidupnya dengan santai atau mengikuti arus seperti karakter isekai lainnya karena setiap detik dalam hidupnya didedikasikan untuk skenario besarnya menjadi Penguasa Bayangan.

Poin paling penting yang membedakan Cid dari karakter pasaran lainnya adalah mentalitas bajanya yang tidak butuh validasi dari siapapun. Kebanyakan karakter anime jaman sekarang selalu haus pujian dan ingin diakui keberadaannya oleh orang banyak. Cid justru sebaliknya karena dia rela dianggap sebagai orang biasa yang lemah dan tidak penting di mata masyarakat umum asalkan dia bisa tetap bergerak leluasa di balik layar. Dia tidak butuh tepuk tangan penonton karena kepuasan batinnya sudah terpenuhi saat dia berhasil menjalankan perannya dengan sempurna.

Keteguhan hati Cid juga teruji saat dia berhadapan dengan anggota Shadow Garden. Coba bayangkan jika karakter utama anime standar berada di posisi Cid yang dikelilingi oleh pasukan wanita super cantik, cerdas, dan setia. Bisa dipastikan ceritanya akan melenceng menjadi drama percintaan murahan di mana si karakter utama akan sibuk tebar pesona atau malah jadi bodoh karena gugup. Namun Cid tidak peduli dengan semua itu. Dia tetap fokus pada tujuannya dan tidak sedikitpun tergoda untuk menjadikan mereka sekadar objek pemuas ego laki-laki. Dia melihat mereka sebagai aktor pendukung dalam panggung sandiwara besarnya dan sikap dingin inilah yang justru membuatnya terlihat sangat berkarisma.

Satu-satunya hal duniawi yang bisa sedikit menggoyahkan fokus Cid hanyalah uang. Namun bagi saya hal ini justru membuat karakternya terasa jauh lebih rasional dan membumi. Cid menyadari bahwa untuk menjalankan organisasi dan mewujudkan gaya hidup elit yang dia impikan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ketertarikannya pada harta bukanlah bentuk keserakahan yang jahat melainkan sebuah pemikiran logis dan realistis untuk menunjang operasionalnya.

Jadi sangat jelas bahwa Cid Kagenou bukanlah karakter anime murahan yang cuma menjual kekuatan berlebihan. Dia keren bukan hanya karena jurus atomiknya yang dahsyat itu tapi karena dia adalah simbol dari dedikasi mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Dia mengajarkan kita bahwa menjadi keren itu berarti berani memegang teguh prinsip sendiri dan tidak membiarkan godaan apapun merusak tujuan yang sudah kita tetapkan.